Selasa, 11 Oktober 2016

Foto Menteri Susi Menyantap Bakso Viral di Medos

pos

Tags:  


Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru-baru ini menuai pujian lagi dari netizen.

Foto Menteri Susi yang sedang menyantap bakso di Temanggung, viral di media sosial Facebook.

Bukan tanpa alasan mengapa Menteri Susi tiba-tiba menyantap bakso di Temanggung.

Helikopter yang ditumpanginya terpaksa harus mendarat darurat di di Lapangan Banyuurip, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (9/10/2016), akibat cuaca buruk.

Dikutip dari laman KOMPAS.com, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djarot Padakova membenarkan pendaratan darurat helikopter yang ditumpangi Menteri Susi bersama keluarganya itu.

Djarot menjelaskan heli tersebut ditumpangi Susi dari Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

"Rencananya menuju Yogyakarta, tetapi kena cuaca buruk," katanya.

Belum diketahui agenda Susi di Kepulauan Karimunjawa.

Akibat kejadian itu, lanjut dia, Menteri Susi akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju Yogyakarta melalui jalur darat.

Baca Selengkapnya ...
Kamis, 12 Mei 2016

Kisah Gajah dan Keledai



Saya yakin anda sudah pernah melihat binatang yang bernama GAJAH. Hehe...minimal liat di tivi atau gambar di buku lah ya. Gajah, binatang yang punya badan besar, punya kekuatan besar. Gajah juga mempunyai otak seberat 5 kilogram, paling berat di antara makhluk darat yang hidup saat ini. Otak gajah memiliki kemampuan unik,  ia bisa memancarkan kesedihan, membuat musik, menciptakan seni, bermain dan menggunakan alat-alat, memiliki belas kasihan, dan kesadaran diri. Meskipun besar, gajah bisa berenang nonstop selama 6 jam sepanjang 50 kilometer.

Gajah memiliki kemampuan untuk mengingat segala-galanya. Ia ingat saat sejak bayi apapun yang ia lalui, di mana lokasi makanan, di mana keluarga terdekatnya, bahkan lokasi sungai yang paling dekat. Tapi yang menjadi  masalah adalah mereka (gajah) tidak dapat memilih memory yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Jika gajah dapat mengendalikan pikirannya, maka bisa menjadi penguasa hutan yang sangat kuat dan powerful.

Binatang lain yang sangat bertolak belakang dengan gajah, yaitu keledai. Bedanya jika gajah adalah binatang yang tidak dapat men-delete memory, keledai adalah binatang yang tidak dapat menyimpan memory.

Nah ….sekarang kita alihkan perhatian kita pada Gajah Sirkus . Sejak si gajah masih kecil,yang memang tenaganya belum begitu kuat dia di ikat dengan rantai. Gajah kecil itu sulit melepaskan rantai tadi, sehingga ia kesakitan ketika mencoba lepas dari ikatannya. Setiap kali mencoba lepas, ia selalu mendapatkan kesakitan. Setelah beberapa kali mencoba melepas ikatannya namun selalu gagal  dan hasilnya hanya rasa sakit. Akhirnya, Gajah yang seharusnya punya tenaga besar ini memiliki suatu ketakutan yang akhirnya menjadi keyakinan bahwa ia tidak bisa lepas dari rantai itu. Gajah sirkus adalah gajah yang benar benar kehilangan semangat untuk melepaskan ikatan imajinernya.

Pada akhirnya Gajah yang punya badan besar dan punya kekuatan besar, namun menjadi penurut sekali setelah dilatih oleh pelatih-pelatih sirkus. Pada saat rantainya dibukapun si gajah tidak berusaha melarikan karena selama ini merasa ada rantai yang menahan langkahnya. Dalam benaknya, telah terbentuk sebuah rantai imajiner yang sangat KUAT sekali terus membelenggu langkahnya.” padahal dengan tenaganya yang begitu besar banyak hal yang bisa di lakukan (seharusnya).

Setiap orang sebetulnya punya potensi yang luar biasa, tapi  ibarat gajah sirkus yang diikat dengan rantai pada sebuah pasak bumi yang sebetulnya tidak terlalu besar namun si gajah tidak mampu berbuat banyak.

Nah….kenyataannya banyak orang berlaku seperti “gajah sirkus” ini. Terjebak pada kondisi nyamannya dunia kerja, sehingga ketika akan berbisnis, menimbulkan suatu kekhawatiran. Banyak orang juga terbelenggu karena trauma… maupun keyakinan negatif . Seperti yang di rasakan gajah sirkus tadi punya potensi besar, namun selalu terikat”

Baca Selengkapnya ...
Rabu, 11 Mei 2016

Nasehat Dari Gajah



Ketika teman saya sedang melewati gajah, ia tiba-tiba berhenti, bingung dengan makhluk besar yang diikat oleh tali kecil pada kaki depan mereka.

Gajah tidak berantai, juga tidak dikandang.,namun di ikat tali kecil" Sudah jelas gajah bisa melepaskan diri kapan saja.

Teman saya bertanya ke pelatih yang ada didekatnya, kenapa hewan-hewan besar (gajah) itu tidak berusaha melarikan diri, padahal itu adalah sangat mudah untuk gajah lakukan.

Yah,.. kata pelatih gajah, ? ketika gajah-gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami mengikat gajah tersebut menggunakan tali ukuran kecil yang pada usia saat itu cukup untuk menahan gajah tersebut.

Ketika gajah-gajah itu tumbuh, gajah-gajah itu dikondisikan untuk percaya bahwa gajah tersebut tidak dapat melepaskan diri dari ikatan itu. Gajah itu percaya bahwa tali yang kecil itu masih bisa menahan mereka, sehingga gajah-gajah tersebut tidak pernah mencoba membebaskan diri.

Teman saya kagum. Gajah ini bisa setiap saat melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka berdiam diri.

Gajah tersebut terjebak dengan apa yang mereka percayai.

Seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup tergantung pada keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kita telah tumbuh lebih dewasa, paling tidak telah bertambah usia dan pengalaman hidup.

Jadi mari kita coba ulangi apa yang kita takut karenanya, bukan untuk gagal lagi, tetapi untuk menutup ketakutan dengan keberhasilan

Baca Selengkapnya ...
Rabu, 20 April 2016

Menteri Susi Berencana Beli Kapal Induk



Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membeli satu kapal induk (kapal markas) tahun ini untuk memperkuat pengawasan terhadap praktik pencurian ikan (illegal fishing).

Kapal induk ini didesain memiliki sejumlah landasan helikopter dan membawa beberapa speedboat.

Pusat pengendalian dan monitoring pengawasan KKP juga akan ditempatkan di kapal ini.

"Selain kapal markas, kita juga akan beli 6 pesawat patroli dan 5 speedboat untuk memperkuat pengawasan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Minggu (17/4/2016) di London Inggris, seperti dilaporkan wartawan Kompas.com M Fajar Marta.

Menurut Susi, pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan menjadi salah satu kebijakan prioritas KKP saat itu.

Kebijakan itu merupakan satu kesatuan dengan kebijakan moratorium kapal eks asing dan kebijakan lain yang bertujuan mengatur penangkapan ikan di perairan Indonesia.

(Baca : Menteri Susi: Peta Industri Perikanan Asia Tenggara Mulai Bergeser)

Susi menginginkan, ke depan, hanya nelayan warga Indonesia yang boleh menangkap ikan di perairan Indonesia. Dengan demikian sumberdaya ikan akan lestari hingga anak-cucu.

Untuk merealisasikan pembuatan kapal markas tersebut, Susi melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan galangan kapal di Inggris dan Skotlandia pada 17-23 April 2016.

Salah satu yang akan dikunjungi adalah Houlder, Ltd, perusahaan Inggris yang berpengalaman selama 25 tahun dalam design dan engineering kapal dan transportasi laut.

Menurut Susi, dalam implementasinya nanti, Houlder akan bekerjasama dengan perusahaan galangan kapal lokal. Dengan demikian diharapkan terjadi transfer teknologi.

[Sumber: Kompas]
Baca Selengkapnya ...